BANYUWANGI – Pembangunan infrastruktur fasilitas publik di wilayah selatan Banyuwangi terus menunjukkan progres positif. Salah satunya adalah proyek pembangunan Terminal Desa Sarongan, di Dusun Krajan, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, yang pengerjaannya terus dikebut.
Hingga saat ini, progres pembangunan terminal dengan program pavingisasi tersebut telah mencapai angka 50 persen. Proyek ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat mengingat kondisi terminal yang sebelumnya dinilai sudah tidak layak.
Kepala Dusun (Kadus) Krajan, Suyono menyampaikan bahwa renovasi total Terminal Desa Sarongan ini terlaksana berkat dukungan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program ini lebih populer dikenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bumi Suksesindo (PT BSI), dengan total anggaran mencapai Rp228.896.000.
Baca Juga :
"Proses pengerjaan dilakukan di bawah pengelolaan Pemerintah Desa Sarongan," kata Suyono, Selasa (14/4/2026).
Untuk diketahui, PT BSI merupakan pelaku investasi tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, yang merupakan anak perusahaan dari PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Suyono mengaku sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian PT BSI terhadap infrastruktur desa. Menurutnya, kondisi permukaan terminal yang sebelumnya berbahan aspal sudah banyak yang terkelupas karena faktor usia.
“Pembangunan sudah 50 persen, masih tahap pemasangan paving. Kondisi sebelumnya memang parah, sejak desa ini berdiri belum ada pengaspalan lagi, jadi rusak dan tidak layak,” ungkapnya.
Selama ini, Terminal Desa Sarongan memiliki peran vital sebagai titik strategis mobilitas warga, baik untuk angkutan umum maupun distribusi barang. Setiap harinya, terminal ini menjadi tempat mangkal bus Damri Perintis, jurusan Sarongan – Banyuwangi Kota, serta berbagai kendaraan logistik yang memasok kebutuhan masyarakat.
Selain mempercantik wajah desa, proyek ini juga membawa dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Hal ini dikarenakan seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam proyek pavingisasi ini merupakan warga lokal.
“Untuk pengerjaannya ada sekitar enam orang, semuanya warga lokal. Ini sekaligus memberdayakan masyarakat kami,” tambah Suyono.
Proyek yang mulai digarap sejak sepekan lalu ini ditargetkan rampung pada pekan depan. Dengan wajah baru terminal yang lebih rapi, diharapkan kenyamanan pengguna jasa transportasi akan meningkat signifikan.
“Targetnya satu minggu lagi selesai. Harapannya setelah selesai ya semakin baik, masyarakat yang menggunakan jadi lebih nyaman, tidak seperti sebelumnya yang becek dan berbatu,” tandasnya.
Perlu diketahui, wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, memang merupakan lokasi investasi PT BSI, selaku pemegang izin Usaha Pertambangan Operasi Prodüksi (IUP OP) Emas dan Mineral Pengikutnya, Nomor 188/547/KEP/429.011/2012.
Wilayah Kecamatan Pesanggaran, meliputi Desa Kandangan, Sarongan, Sumberagung, Sumbermulyo dan Pesanggaran.
Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut telah dinyatakan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) sesuai Kepmen ESDM Nomor 159.K/90/MEM/2020.
Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN ini operasi prodüksi di Deşa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.
Sebagai pelaku investasi, PT BSI terus meneguhkan komitmennya kepada masyarakat. Program PPM terus digelontorkan dengan 8 program utama.
Program PT BSI itu meliputi program bidang pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas dan infrastruktur. (*)
