BANYUWANGI – Aktivitas penambangan emas ilegal di Banyuwangi, Jawa Timur, dikabarkan memakan korban. Sebuah lubang tambang emas ilegal dilaporkan mengalami longsor pada Sabtu (5/9/2026) siang. Akibat peristiwa tersebut, satu orang penambang dikabarkan tertimbun dan saat ini masih dalam proses evakuasi.
Informasi yang dihimpun oleh awak media, insiden terjadi di kawasan bukit Genderuwo. Lokasi tepatnya masuk petak 74M, wilayah RPH Pulau Merah, BKPH Sukomade, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Secara administrasi, area tersebut masuk ke dalam wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Lubang tambang emas ilegal yang tengah beroperasi tiba-tiba longsor. Runtuhan material tanah menyebabkan empat orang penambang langsung terperosok ke dalam lubang.
Baca Juga :
Tiga dari empat penambang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka berhasil keluar dari jebakan runtuhan karena posisi terperosoknya tidak terlalu dalam, yakni berkisar di kedalaman 10 meter.
Meski selamat, ketiganya dilaporkan mengalami trauma mendalam. Diketahui, para penambang yang nekat melakukan aktivitas terlarang tersebut berasal dari beberapa wilayah di Banyuwangi, di antaranya dari Srono, Gambiran, Pesanggaran, serta Desa Sumbermulyo.
Mendengar kabar salah satu warganya ikut menjadi korban dalam insiden, Kepala Desa (Kades) Sumbermulyo, Suhardi, langsung turun ke lokasi kejadian untuk memantau situasi secara langsung.
"Masih dalam proses evakuasi," ujar Suhardi singkat.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Pesanggaran, Koramil, serta dibantu oleh warga sekitar terus berupaya melakukan pencarian terhadap satu korban yang masih tertimbun di dalam lubang. Medan yang cukup berat menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Kapolsek Pesanggaran, AKP Agus Hari Widodo, membenarkan adanya peristiwa tanah longsor di area tambang emas ilegal tersebut. Pihaknya kini tengah fokus melakukan upaya penyelamatan bersama masyarakat.
"Sekarang masih proses evakuasi dibantu masyarakat," tegas AKP Agus Hari Widodo. (*)
